Kuning, lembut, legit dan manis.

Paduan empat rasa yang sempurna. Bukan hanya enak disentuh dan ditatap tapi juga begitu nikmat disantap.

Namanya Ranjalo.

Ranjalo adalah nama salah satu jenis durian yang terkenal enak, manis dan legit di Gampong Lamsujen, Lhong, Aceh Besar. Ternyata menurut cerita beberapa pihak di Lamsujen, belum banyak yang tahu jenis durian enak ini.

Daging durian Ranjalo warnanya kuning. Aromanya begitu kecang dan menusuk hidung. Sehingga kita penyuka durian langsung membuncah selera.

Perjuangan berat menembus hutan Lamsujen mencari pohon durian Ranjalo

Di hutan durian Lamsujen durian jenis satu ini tidak mudah didapat begitu saja. Butuh perjuangan, ketelitian, ketepatan waktu dan kemampuan negoisiasi yang menadai.

Butuh perjuangan karena durian jenis ini terbatas. Butuh teliti dan tepat waktu karena semua durian itu mirip, karenanya butuh ketelitian agar yang disasar tepat sasaran.

Hari-hari ini di musim panen durian, di sepanjang DAS Krueng Lamsujen sangat mudah dijumpai lapak durian di sejumlah titik. Tapi bukan berarti di setiap tempat itu ada durian yang dagingnya itu begitu menggoda.

Ranjalo tidak ada sembarang tempat karena jumlahnya terbatas dan harganya juga berbeda.

Ibarat pangeran atau sang putri, durian Ranjalo ini harus di reques khusus. Tidak semua kebun di Lamsujen memiliki pohon durian jenis ini. Tadi sore kami harus berkunjung ke beberapa kebun. Hanya satu tempat yang ada.

Bang Urin, seorang teman kami di Lamsujen, menceritakan kepada bahwa jenis durian enak ini diberi nama Ranjalo karena mirip jalo atau sampan.

Bentuknya agak lepes memanjang mirip jalo. Durinya runcing seperti halnya duri durian lainnya. Yang membedakannya hanya pada pangkal duri. Pangkal duri durian ini lebih kecil. Mirip bulu landak yang rebah.

Tidak semua penjual durian di sepanjang jalan Lamsujen menjual jenis durian ini. Pertimbangannya sederhana. Harga nya beda. Lebih mahal.

“Pembeli banyak yang keberatan ketika harga durian Ranjalo ini kita jual lebih mahal dari harga durian lainnya yang sama besar”, cerita Bang Urin.

Tapi Anda jangan putus asa bila ingin merasakan legitnya daging durian yang satu ini.

Tinggal bisik aja sama penjual durian di Lamsujen, “Ranjalo na?”.

Sang penjual yang ramah-ramah itu pasti akan merespon.

Kalau ada stok langsung diambilnya. Kalau tidak ada biasanya penjual bersedia mencarinya ke tempat lain. Yang penting negoisasi jalan dan dihargai yang pantas.

Belahan durian Ranjalo. Dagingnya warna kuning perak. Legit dan manis

Bila Anda penikmat durian, maka berbicara daging durian Ranjalo sama dengan menceritakan kualitas citarasa daging durian yang tidak terhingga.

Bukan hanya citarasa tapi juga estetika.

Estetika yang saya maksudkan adalah citarasa enak durian Ranjalo sudah mulai kita rasakan saat pertama kali kita membelah dan menatap tekstur dagingnya.

Warna dagingnya yang kuning tembaga itu membuncah selera kita. Berbeda dengan daging durian berwarna putih. Enak sekalipun dibilang, tapi tetap terasa hambar dan jauh dari menggoda ketika tatapan pertama.

Berbalik dengan warna Ranjalo ini. Warna kuning dagingnya seakan menyampaikan pesan verbal kepada kita soal rasa yang tidak berdusta.

Dari sisi citarasa, daging nya yang tebal dengan bijinya yang relatif kecil membuat setiap gigitan yang dilakukan menyebabkan deretan bagian depan gigi kita benar benar tenggelam habis oleh tekstur daging yang legit plus rasa manis yang sangat pas.

Pada daging durian Ranjalo ini seperti ada perpaduan antara rasa manis gula dan asinnya garam.Pas banget.

Setiap gigitan lalu dilanjutkan dengan kunyahan demi kunyahan, saking nikmat plus aromanya yang menggebu, terasa persaan kita begitu rikeks dan mencapai titik puncak sebuah citara durian. Apalagi di sela-sela kita mengunyah daging durian itu lamat-lamat kita mendengar suara air merintik di sela-sela bebatuan Krueng Lamsujen.

Durian Ranjalo yang saya nikmati ini adalah soal kualitas. Bukan kuantitas. Makan durian Ranjalo cukup satu buah tapi sangat meurasa. Berbeda dengan kita makan beberapa buah durian jenis lain, apalagi yang berdaging tipis berbiji besar,  kita sangat susah mencapai  titik puncak citarasa ideal daging durian.

Anda penikmat durian. Silakan cepat datang ke Lamsujen sebelum beberapa hari ke depan musim durian berakhir. Rasakan sensasi Si kuning lembut dan dan legit dari Lamsujen!.[]

Perjuangan berat menembus hutan serta naik turun bukit serasa terobati oleh legit dan manisnya Durian Ranjaloh
Bagikan
0 CommentsClose Comments

Leave a comment