Kuliner yang enak tidak selalu simetris dengan tempat yang indah. Salah satu buktinya adalah Leumang dan Kupi Boh Manok Teuweng di Gampong Lameu, Kecamatan Sakti, Pidie.

Tempatnya sangat sederhana. Sebuah gubuk sederhana dilengkapi banku dari bambu. Bila Anda melintas lokasi ini, bila tidak ada informasi pendahuluan, Anda tidak tahu bahkan tidak yakin kalau di tempat ini tersedia kuliner tradisional Aceh yang citarasanya luar biasa. Leumang dan kupi boh manok teuweng Lameu.

Saya sudah lama diinformasikan soal dua jenis makanan ini di Gampong Lameu. Baru sore ini dari perjalanan panjang dari Aceh Tenggara saya mencobanya. Hasilnya tidak mengecewakan.

 

Citarasa leumangnya lembut dan legit. Komposi antara santan, garam, gula dan beberapa rempah pendukung lainnya yang terintegrasi dengan baik membuat kualitas rasa Leumang di Gampong ini menjadi berbeda dengan makanan serupa di tempat lain. Leumang Lameu yang kami cicipi sore ini mencapai titik kulminasi rasa yang luar biasa ketika kami padukan dengan daging legit durian kuning dari Tangse.

Ketika suapan pertama kami masukkan ke mulut, karena saking enaknya, kami kehilangan kata kata. Kami semua membisu tanpa suara dan pergerakan. Yang terdengar hanya ritme kunyahan demi kunyahan diiringi aroma wajah dan sorotan mata yang mendiskrepsikan Leumang dan durian yang sedang kami kunyah memiliki rasa yang tidak dapat kami narasi kan dengan kata kata.

Leumang Lameu yang dipadu dengan durian Tangse mencapai titik rasa yang paripurna ketika beberapa kali kunyahan kami , kami selingi dengan kupi teuweng khas Lameu.

Biasanya kupi boh manok teuweng di daerah lain terasa amis yang bersumber dari putih telur ayam, tapi citarasa minor ini tidak terjadi pada kupi teuweng Lamie. Telur ayam yang dikocok dalam kupi di sini terakulturasi dengan baik dalam sebuah kesatuan rasa yang tinggi, sehingga setiap serapan yang kami lakukan yang hadir hanya sebuah pesan citarasa luar bisasa: enak sekali.

Biasanya tiga jenis makanan ini beberapa saat setelah kita makan akan menyebabkan kita leuge. Tapi tidak di sini. Ketika kita makan yang terjadi justru dorongan kuat dari dalam diri kita untuk tidak berhenti makan.

Anda Tidak perlu penasaran dengan apa yang kami sampaikan ini.

Bila ada waktu luang, ketika Anda melintasi Beureunun Anda tinggal Belok ke arah jalan Lamlo. Hanya butuh waktu 7 menit Anda akan segera tiba di Gampong Lameu.

Begitu Anda masuk ke tempat yang saya katakan tadi, anda akan merasakan terpaan citarasa Leumang dan Kupi boh manok teuweng ala Lameu yang luar biasa.

Ternyata kuliner dengan citarasa yang berkualitas banyak tersebar di berbagai Gampong di Aceh, ada di desa tanpa harus ke kota.

Sungguh, kuliner Aceh adalah salah satu karunia luar biasa Allah kepada kita. []

Bagikan
0 CommentsClose Comments

Leave a comment