_ “Tetaplah berjalan ke arah cahaya, sehingga bayangan gelap akan selalu jatuh di belakangmu.”

Sahabat….

Mari sejenak kita tutup mata dari hiruk pikuk politik yang membuat kita penat. Bagi mereka kebisingan yang mereka ciptakan itu mereka yakini sebagai upaya penyelesaian masalah. Tapi bagi kita, mereka dan kebisingan ciptaan mereka itu adalah bagian dari masalah yang ada.

Biarlah itu semua menjadi urusan orang besar. Kita adalah orang orang kecil dengan sejumlah listing permasalahan kita masing masing.

Bagi kita seakan-akan dalam keseharian yang dilalui tidak pernah terlepas oleh permasalahan. Dalam hal menanggapi masalah pun setiap orang memberikan respon yang berbeda-beda, semua tergantung pada penerimaan makna terhadap masalah yang dihadapi.

Secara khusus, saat ini, banyak orang yang terjebak dalam keburukan/kesalahan masa lalu.

Padahal semua hal yang memilukan di masa lalu, tidak dapat kita ubah sama sekali. Sehingga fokus terhadapnya hanya akan membuang waktu kita untuk menyongsong masa depan.

Memang kondisi yang kita alami sekarang adalah hasil dari tindakan kita di masa lalu. Namun bukan berarti waktu berharga di masa sekarang kita sia-siakan dengan meratapi nasib.

Tindakan masa lalu yang salah, mengakibatkan permasalahan di masa sekarang. Sehingga untuk menghindari permasalahan yang terjadi di masa depan kita harus selalu berbuat yang terbaik di masa sekarang.

Sahabat,

Harapan atau cita-cita berperan seperti cahaya dalam kehidupan yang kita jalani. Cahaya itu memberikan petunjuk ke mana langkah kaki kita akan berjalan. Tidak peduli semangat kita sudah pudar, cahaya selalu akan menuntun kita menuju sesuatu yang kita harapkan.

Namun, cahaya dapat memberikan arti dalam kebahagiaan apabila kita berkehendak untuk menggunakannya. Banyak di antara kita yang tidak menghiraukan adanya cahaya, bahkan selalu menatap membelakangi arah datangnya cahaya. Sehingga yang bisa dilihat hanyalah bayangan gelap yang ada di depan kita.

Tuhan menciptakan segala sesuatu dengan berpasang-pasangan. Tuhan menciptakan siang, Ia juga menciptakan malam. Begitu juga ketika Tuhan menciptakan cahaya, maka Ia pun menciptakan gelap.

Cahaya melambangkan suatu harapan sedangkan kegelapan melambangkan masalah. Keduanya selalu datang bersamaan di dalam kehidupan yang kita lalui.

Sesungguhnya tiap kali Tuhan menutup satu pintu cahaya, Ia selalu membukakan pintu-pintu cahaya lain yang sinarnya jauh lebih terang daripada pintu cahaya yang tertutup.

Namun, pada kenyataannya kita sebagai manusia terlalu sering dan terlalu lama meratapi pintu cahaya yang telah ditutup. Sehingga apa yang ada di hadapannya hanya kegelapan yang lama.

Yakinlah dalam keadaan apapun kita sekarang ini, akan selalu ada harapan di hadapan kita. Selalu melangkah ke arah cahaya, maka bayangan gelap akan selalu jatuh di belakangmu.

Namun apabila kita berbalik membelakangi cahaya, maka bayangan kegelapan akan selalu jatuh di hadapan kita.

Tidak peduli seberapa jauh sumber cahaya itu berasal, tetaplah melangkah maju. Maka kepastian tentang jarak akan semakin dekat.

Tidak peduli seberapa mustahil cita-cita yang dimiliki, tetaplah berusaha menggapainya. Maka kepastian tentang keberhasilan akan semakin tinggi.

Kawan, semoga tulisan ini bermanfaat.
Oya, bagi Anda yang belum makan siang, segeralah. Sekalipun Anda suka menunda yang lain, jangan sekali kali menunda makan.

Nyan ban. That na teuh.[]

Bagikan
0 CommentsClose Comments

Leave a comment