Dalam sebuah usaha kuliner tentu keberanaian melawan mainstrean tidak cukup hanya dengan niat dan semangat  menyala saja. Harus diikuti SDM yang baik serta kulaitas rasa dan layanan yang prima. Selanjutnya sebelum pemberontakan melawan usaha kuliner mainstream yang ada, perlu juga dilakukan persiapan taktis, misalnya, mengintip kelemahan mereka yang ada (pasti ada kelemahan sekalipun mereka sudah branded), lalu sebagai pemberontak Anda melakukan inovasi dan kreasi usaha kuliner Anda. Bila ini Anda lakukan maka usaha Anda meawanan mainstream dalam usaha kuliner akan berhasil. Itulah yang saya baca yang dilakukan Apa Leh dengan Satee Apa Leh nya.

Hukum alam memang begitu adanya. Perjalanan panjang yang melelahkan menghajatkan asupan makan yang seimbang. Sehingga tidak ada alasan teknis dan non teknis selama dalam perjalanan.

Begitu juga dengan perjalanan kami hari ini, dengan route Kuala Simpang – Banda Aceh yang merupakan bagian dari mudik lebaran kami tahun ini.

Salah satu tempat yang kami singgah dalam perjalanan adalah Warung Sate Apa Leh, Gandapura, Bireun. Di tempat ini kami menikmati makan siang sebagai salah satu ikhtiar menjaga keseimbangan biologis agar perjalanan kami menuju Banda Aceh aman, nyaman dan terkendali.

Tentu banyak orang yang singgah di Warung Satee Apa Leh ini. Setiap orang yang singgah pasti memiliki perspektif tersendiri, cara melihat dan memaknai keberadaan Warung ini saat bersangkutan masuk dan menikmati sajiannya. Di samping memang mungkin banyak juga yang datang tanpa berpikir apa pun, hanya datang: mesin, makan, bayar lalu melanjutkan perjalanan.

Bagi saya ada pelajaran berharga yang dapat diambil dari kehadiran dan larisnya warung satee ini.

Apa pelajaran berharga itu?.

Pelajaran yang tidak ternilai itu adalah keberanian Apa Leh melawan mainstream. Bagi usahawan muda yang ragu dan tidak percaya diri berhadapan dengan usaha usaha yang telah dulu an maju, berkembang, laris, serta menjadi mainstream (arus utama) di sebuah tempat, maka intihad usaha yang telah dilakukan Apa Leh ini layak menginspirasi semua pihak.

Mainstream yang saya maksud kan disini adalah kontekstasi pedagang satee di wilayah Bireun. Sampai tahun 90an di lintasan jalan Medan-Banda Aceh bila kita menyebut diksi satee maka memori orang langsung melayang ke Matang Geulumpang Dua. Ya, Satee Matang.

Saking branded nya Satee Matang, nyaris semua orang di wilayah Bireun yang ingin bukan usaha satee di luar Matang Geulumpang Dua ragu dan tidak yakin bila usaha tersebut dibuka di luar wilayah Matang Geulumpang Dua pasti tidak akan laris.

Ternyata hegomoni satee Matang akhirnya dengan mudah diruntuhkan dan ditaklukkan Apa Leh. Kini musafir rutee Banda Aceh – Medan bila mau makan sate secara otomatis ingat Geurugok dengan Satee Apa Leh nya, bukan lagi Sate Siang Malam Matang Geulumpang Dua.

Ini lah yang saya maksudkan Apa Leh melawan mainstream, dan perlawanannya ini berhasil.

Jadi secara verbal sesungguhnya Apa Leh dengan warung satee nya itu telah memotivasi kita bahwa alam usaha Jangan pernah takut melawan mainstream. Jangan ragu melawan status quo. Jangan kehilangan nyali melawan incumben.

Dalam sebuah usaha kuliner tentu keberanaian melawan mainstrean tidak cukup hanya dengan niat dan semangat  menyala saja. Harus diikuti SDM yang baik serta kulaitas rasa dan layanan yang prima. Selanjutnya sebelum pemberontakan melawan usaha kuliner mainstream yang ada, perlu juga dilakukan persiapan taktis, misalnya, mengintip kelemahan mereka yang ada (pasti ada kelemahan sekalipun mereka sudah branded), lalu sebagai pemberontak Anda melakukan inovasi dan kreasi usaha kuliner Anda. Bila ini Anda lakukan maka usaha Anda meawanan mainstream dalam usaha kuliner akan berhasil.

Itulah yang saya baca yang dilakukan Apa Leh dengan Satee Apa Leh nya.

Kualitas rasa kuah dan daging satee Apa Leh yang lebih berkualitas dari Satee Matang akhir akhir ini menyebabkan Apa Leh memenangkan pertarungan.

Nah, tunggu apa lagi Anda-Anda usahawan muda. Jangan takut memulai. Setiap orang ada waktunya, dan setiap waktu ada orangnya.

Pesan dari Satee Apa Leh ini semakin kuat mendekati kebenaran ketika malam kemarin di Pentas Paiala Dunia Jerman Sang Juara dengan mudah ditaklukkan.

Untuk Anda yang punya nyali, jangan ragu mengalahkan incumbent. Apa Leh telah membuktikan. []

 

Bagikan
0 CommentsClose Comments

Leave a comment